Minggu, 23 November 2008

Saat hari mulai berlalu
Melayangku ke masa lalu
Kau selalu ada di dekatku
Kapanpun aku membutuhkanmu


Kau menatapku dengan syahdu
Melalui tatapan matamu yang sendu
Kau hibur kegundahanku
Melalui derai tawamu yang lucu

Kini kita terpisah jarak dan waktu
Ku hanya mampu merindumu
Tanpa bisa menatapmu
Tanpa bisa menyentuhmu

Kapankah ini akan berlalu?
Ku hanya bisa menunggu waktu
Tuk berlari ke arahmu
Memelukmu...melepas kerinduanku

pada malam ketika rembulan mengikat janji bintang
ijinkan kutanam mawarmu di taman mimpi
di lembah cinta yang dibingkai pelangi

esok ketika kau terjaga
ceritakan padaku tentang taman bunga kita
tentang dua hati yang lebur jadi satu
tentang matahari keabadian yang merangkak perlahan
tentang kerinduan yang terus menggelora
tentang cinta yang tanpa jeda
tentang sejuta kupu-kupu kerinduan

gelora cinta bagai ombak mencium pantai
tiada kenal lelah mereka berpagutan

tapi kasihku
kerinduan ini rasanya mencekik jiwa
aku lelah mencumbui perihnya kerinduan

ingin kutelan waktu
agar aku bisa segera membelai wajahmu
membiarkanmu bersandar di bahuku
berbagi kegelisahan dan keresahan
mengurai beban yang menggantung
merasai detak jantungmu

ingin kubisikkan pelan ke telingamu
puisi indah tentang kehidupan
kebahagiaan yang ingin kita rengkuh
tentang cita-cita dan harapan
tentang indahnya salju keabadian
tentang hangatnya mentari yang merekah

ah kasihku
betapa aku tak bisa berhenti mencintaimu

Hidupku tak kusangka sebobrok ini
Tak satu orangpun mau mengerti
apalagi mencoba memahami isi hatiku

Kepercayaan dan kesetiaan
ternyata tak menjamin

yang ada aku semakin hancur
semakin nggak punya harga diri

sampai kapan aku sanggup hidup begini?
semua yang kulakukan seolah salah
semua semakin membunuhku

aku semakin merasa sendirian.

Bahkan orang yang kusayangi
lebih mementingkan egonya ketimbang aku
mungkin juga yang lain

apa aku salah kalau mempercayai seseorang?
kenapa aku selalu dibohongi?
tak pantaskah aku merasakan kebahagiaan didunia ini?
sampai kapan?
sampai kapan hidupku terus seperti ini?

sudahlah...
kurasa ini sudah goresan nasib...
semoga TUHAN memberiku kekuatan
sehingga aku mampu bertahan hidup

semangatku kini luntur disiram ego
semoga egomu membawamu dalam kesuksesan
sehingga kepuasan dihatimu terlaksana
walau diatas penderitaan batinku
yang mungkin kau tak pernah tau

siapa yang salah dengan semua ini?
aku? dia? atau TUHAN?

Ketika kau tak ada di hadapanku
ketika kau tak percaya kekuatan itu
ketika kau tak tahu isi hatiku

hati yang menunggu kepastianmu
melanggar komitmen kita
hianati lagi janjimu
janji yang masih menggema di hatiku

mengapa?
kau tak peduliku lagi?
aku?
kau?
atau dirinya yang salah?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar