Saat hari mulai berlalu
Melayangku ke masa lalu
Kau selalu ada di dekatku
Kapanpun aku membutuhkanmu
Kau menatapku dengan syahdu
Melalui tatapan matamu yang sendu
Kau hibur kegundahanku
Melalui derai tawamu yang lucu
Kini kita terpisah jarak dan waktu
Ku hanya mampu merindumu
Tanpa bisa menatapmu
Tanpa bisa menyentuhmu
Kapankah ini akan berlalu?
Ku hanya bisa menunggu waktu
Tuk berlari ke arahmu
Memelukmu...melepas kerinduanku
pada malam ketika rembulan mengikat janji bintang
ijinkan kutanam mawarmu di taman mimpi
di lembah cinta yang dibingkai pelangi
esok ketika kau terjaga
ceritakan padaku tentang taman bunga kita
tentang dua hati yang lebur jadi satu
tentang matahari keabadian yang merangkak perlahan
tentang kerinduan yang terus menggelora
tentang cinta yang tanpa jeda
tentang sejuta kupu-kupu kerinduan
gelora cinta bagai ombak mencium pantai
tiada kenal lelah mereka berpagutan
tapi kasihku
kerinduan ini rasanya mencekik jiwa
aku lelah mencumbui perihnya kerinduan
ingin kutelan waktu
agar aku bisa segera membelai wajahmu
membiarkanmu bersandar di bahuku
berbagi kegelisahan dan keresahan
mengurai beban yang menggantung
merasai detak jantungmu
ingin kubisikkan pelan ke telingamu
puisi indah tentang kehidupan
kebahagiaan yang ingin kita rengkuh
tentang cita-cita dan harapan
tentang indahnya salju keabadian
tentang hangatnya mentari yang merekah
ah kasihku
betapa aku tak bisa berhenti mencintaimu
Hidupku tak kusangka sebobrok ini
Tak satu orangpun mau mengerti
apalagi mencoba memahami isi hatiku
Kepercayaan dan kesetiaan
ternyata tak menjamin
yang ada aku semakin hancur
semakin nggak punya harga diri
sampai kapan aku sanggup hidup begini?
semua yang kulakukan seolah salah
semua semakin membunuhku
aku semakin merasa sendirian.
Bahkan orang yang kusayangi
lebih mementingkan egonya ketimbang aku
mungkin juga yang lain
apa aku salah kalau mempercayai seseorang?
kenapa aku selalu dibohongi?
tak pantaskah aku merasakan kebahagiaan didunia ini?
sampai kapan?
sampai kapan hidupku terus seperti ini?
sudahlah...
kurasa ini sudah goresan nasib...
semoga TUHAN memberiku kekuatan
sehingga aku mampu bertahan hidup
semangatku kini luntur disiram ego
semoga egomu membawamu dalam kesuksesan
sehingga kepuasan dihatimu terlaksana
walau diatas penderitaan batinku
yang mungkin kau tak pernah tau
siapa yang salah dengan semua ini?
aku? dia? atau TUHAN?
Ketika kau tak ada di hadapanku
ketika kau tak percaya kekuatan itu
ketika kau tak tahu isi hatiku
hati yang menunggu kepastianmu
melanggar komitmen kita
hianati lagi janjimu
janji yang masih menggema di hatiku
mengapa?
kau tak peduliku lagi?
aku?
kau?
atau dirinya yang salah?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar